Self-care atau merawat diri sedang menjadi tren di media sosial, banyak diantaranya yang membagikan rutinitas perawatan diri untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental mereka. Dalam islam, konsep ini tidak asing, bahkan memiliki dasar kuat dalam Al Qur’an dan Hadist. Self-care bagi muslimah modern adalah ikhtiar menjaga amanah tubuh melalui pola hidup sehat yang seimbang, mencakup konsumsi makanan halal-thayyib, olahraga rutin, istirahat cukup, serta menjaga kebersihan (thaharah).
- Kesehatan Fisik: Membangun Stamina untuk Ketaatan
Dalam pandangan Islam, tubuh bukanlah milik kita sepenuhnya, melainkan amanah dari Allah SWT. Muslimah modern yang cerdas memahami bahwa kelelahan kronis atau abai terhadap kesehatan dapat menghambat kualitas ibadah dan peran sosialnya.
- Nutrisi Thayyiban sebagai Bahan Bakar: Self-care bukan berarti makan berlebihan sebagai self-reward. Sebaliknya, ini adalah tentang memilih makanan yang thayyib (baik dan bergizi). Mengurangi asupan gula dan makanan olahan bukan sekadar diet, melainkan ikhtiar agar tubuh tetap ringan saat melaksanakan salat malam dan tetap fokus saat bekerja.
- Aktivitas Fisik sebagai Bentuk Syukur: Olahraga adalah cara kita merayakan fungsi organ tubuh. Bagi muslimah dengan mobilitas tinggi, aktivitas fisik bisa dilakukan dengan cara yang fleksibel, seperti jalan cepat setelah Subuh atau latihan kekuatan di dalam rumah. Tujuannya satu: memiliki stamina yang kuat untuk mengurus keluarga, mengejar karier, dan memperbanyak amal saleh.
- Ritme Istirahat yang Islami: Tidur yang cukup adalah hak tubuh. Mengikuti sunah Rasulullah SAW untuk beristirahat setelah Isya dan bangun di sepertiga malam memberikan keseimbangan hormon yang tidak bisa digantikan oleh produk kecemasan apa pun.
- Kesehatan Finansial: Kemandirian untuk Keberkahan
Banyak yang keliru menganggap self-care finansial hanya soal belanja. Padahal, financial self-care yang sesungguhnya adalah menciptakan rasa aman agar hati tidak dipenuhi kecemasan akan dunia.
- Penyusunan Anggaran yang Berbasis Prioritas: Muslimah modern harus melek literasi keuangan. Mengatur pengeluaran dengan rumus yang seimbang (misalnya memisahkan dana kebutuhan, dana darurat, dan sedekah) adalah bentuk kendali diri. Ketenangan pikiran bermula dari laporan keuangan yang rapi.
- Investasi Syariah sebagai Ikhtiar Tawakal: Mengalokasikan dana ke instrumen syariah, seperti emas atau reksa dana syariah, adalah langkah visioner. Ini memastikan bahwa harta yang kita miliki tidak habis tergerus inflasi, melainkan tumbuh dan dapat menjadi warisan atau bekal ibadah haji dan umrah di masa depan.
- Zakat dan Sedekah sebagai Pembersih Harta: Inilah pembeda utama self-care finansial muslimah. Kita meyakini bahwa dalam harta kita ada hak orang lain. Rutin berzakat dan bersedekah justru memberikan efek psikologis berupa kelapangan dada dan rasa cukup (qana’ah), yang merupakan inti dari kesehatan mental dan finansial.
Self-care dalam Islam bukanlah tindakan egois yang memisahkan diri dari tanggung jawab. Sebaliknya, ini adalah upaya untuk menguatkan diri agar bisa memberi lebih banyak manfaat kepada orang lain. Muslimah yang sehat fisiknya akan lebih tangguh dalam menghadapi ujian hidup, dan muslimah yang stabil finansialnya akan lebih berdaya dalam menebar kebaikan di jalan Allah.
Kesehatan fisik dan finansial adalah dua sayap yang memungkinkan seorang muslimah modern terbang tinggi meraih cita-citanya tanpa kehilangan pijakan pada nilai-nilai spiritual. Mulailah hari ini dengan satu langkah kecil: segelas air putih saat bangun tidur dan satu catatan pengeluaran yang jujur. Karena setiap perubahan besar selalu dimulai dari niat tulus untuk menjaga amanah Sang Pencipta.