Awal Penanggalan Hijriah: Bagaimana Kalender Islam Mulai Digunakan?

Corporate Communication – 26 Juni 2026

Tahun Baru Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender. Di balik penanggalan yang digunakan umat Islam hingga hari ini, terdapat sejarah penting tentang bagaimana umat Islam mulai menata administrasi, peradaban, dan kehidupan sosial berdasarkan sistem waktu yang teratur.

Lalu, bagaimana sebenarnya kalender Hijriah mulai digunakan?

Apa Itu Kalender Hijriah?

Kalender Hijriah adalah sistem penanggalan yang menggunakan peredaran bulan (qamariyah) sebagai dasar perhitungan waktu. Satu tahun Hijriah terdiri dari 12 bulan dengan jumlah hari sekitar 354–355 hari, sehingga lebih pendek sekitar 10–11 hari dibandingkan kalender Masehi yang berbasis peredaran matahari.

Nama-nama bulan dalam kalender Hijriah yaitu:

  • Muharram
  • Safar
  • Rabiul Awal
  • Rabiul Akhir
  • Jumadil Awal
  • Jumadil Akhir
  • Rajab
  • Syaban
  • Ramadan
  • Syawal
  • Zulkaidah
  • Zulhijah

Dasar penggunaan kalender berbasis bulan disebutkan dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan…”
(QS. At-Taubah: 36)

Mengapa Penanggalan Hijriah Dibutuhkan?

Pada masa awal Islam, masyarakat Arab sebenarnya sudah mengenal nama-nama bulan. Namun, belum ada sistem penomoran tahun yang baku.

Seiring berkembangnya wilayah dan administrasi pemerintahan Islam, muncul kebutuhan untuk mencatat surat, dokumen, transaksi, dan peristiwa secara lebih tertata.

Menurut riwayat sejarah, kebutuhan tersebut menjadi semakin mendesak pada masa pemerintahan Umar bin Khattab. Saat itu terdapat laporan bahwa surat-surat pemerintahan sering menimbulkan kebingungan karena tidak mencantumkan tahun secara jelas.

Mengapa Hijrah Dipilih Sebagai Titik Awal?

Ketika membahas penetapan awal kalender Islam, beberapa usulan sempat muncul, seperti menggunakan tahun kelahiran Nabi, tahun diangkatnya Nabi menjadi rasul, atau tahun wafatnya Nabi.

Namun akhirnya dipilih peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai titik awal penanggalan.

Pemilihan ini bukan tanpa alasan.

Hijrah dipandang sebagai titik perubahan besar dalam sejarah Islam: dari fase dakwah yang penuh tekanan menuju terbentuknya masyarakat dan tata kehidupan Islam yang lebih terorganisasi.

Menariknya, meskipun peristiwa hijrah terjadi pada bulan Rabiul Awal, awal tahun Hijriah ditetapkan mulai bulan Muharram karena bulan tersebut telah lama dikenal sebagai awal siklus tahunan masyarakat Arab dan berdekatan dengan momentum niat hijrah.

Bagaimana Kalender Hijriah Mulai Ditetapkan?

Sekitar tahun 17 Hijriah atau masa kekhalifahan Umar bin Khattab, dilakukan musyawarah bersama para sahabat untuk menetapkan sistem penanggalan resmi.

Hasil musyawarah tersebut menetapkan:

  • Peristiwa hijrah Nabi sebagai awal perhitungan tahun
  • Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender
  • Sistem kalender mengikuti siklus bulan (qamariyah)

Sejak saat itu, kalender Hijriah mulai digunakan secara resmi dalam administrasi pemerintahan Islam dan berkembang hingga digunakan secara luas di berbagai wilayah Muslim.

Makna Penanggalan Hijriah bagi Umat Islam Saat Ini

Kalender Hijriah tidak hanya berfungsi untuk menentukan waktu ibadah seperti puasa Ramadan, Idulfitri, Iduladha, dan ibadah haji.

Lebih dari itu, kalender ini mengingatkan bahwa perjalanan waktu dalam Islam juga memiliki dimensi spiritual: setiap pergantian tahun menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi diri (muhasabah), memperbaiki niat, dan menyusun langkah yang lebih baik ke depan.

Semangat hijrah pada akhirnya bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga bergerak menuju pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Referensi

  1. Al-Qur’an, QS. At-Taubah ayat 36
  2. Kementerian Agama Republik Indonesia – Kalender Hijriah dan Penjelasannya
  3. Ensiklopedia Britannica – Islamic Calendar
  4. Encyclopaedia of Islam (Brill) – Hijra and Islamic Chronology
  5. Perpustakaan Digital UIN Sunan Gunung Djati – Sejarah Kalender Hijriah

*PT AJSB berizin dan diawasi oleh OJK


Warning: Terjadi galat tak terduga. Mungkin ada yang salah dengan WordPress.org atau konfigurasi server ini. Jika masalah berlanjut, silakan coba forum dukungan. (WordPress tidak bisa membuat sambungan aman ke WordPress.org. Silakan hubungi administrator server Anda.) in /opt/lampp/htdocs/AJSB/wp-admin/includes/translation-install.php on line 65