Manajemen Waktu Ramadhan: Menyeimbangkan Pekerjaan dan Tarawih Berjamaah

Corporate Communication – 23 Februari 2026

Pengertian Tarawih:

Tarawih berasal dari kata “tarwīh” yang berarti istirahat atau tempat istirahat. Menurut para ulama kata “tarawih” berasal dari kata murāwahah yang berarti mengulang-ulang. 

Sholat Tarawih juga adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari di bulan suci Ramadhan. Sholat ini tergolong dalam ibadah qiyamul lail (shalat malam) dan biasanya dilaksanakan dengan jeda istirahat di antara rakaatnya. Rasulullah ﷺ. menganjurkan umatnya untuk mengerjakannya sebagai bentuk ibadah tambahan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

Sholat tarawih pertama di bulan ramadhan akan dilaksanakan bertepatan dengan tanggal 1 ramadhan yang ditandai dengan adanya hilal. Sementara waktu pelaksanannya setelah sholat isya.

Sebagian besar ulama sepakat bahwa jumlah rakaat dalam sholat tarawih adalah 8 rakaat ditambah shalat witir sehingga menjadi 11 rakaat . Panduan ini didasarkan pada praktik Rasulullah SAW dan para sahabat beliau. Meskipun demikian, terdapat juga pandangan yang memperbolehkan jumlah rakaat yang lebih dari delapan, bahkan hingga mencapai 20 rakaat ditambah witir sehingga menjadi 23 rakaat.

 

Shalat tarawih adalah qiyam Ramadhan (ibadah malam Ramadhan) yang disunnahkan, didasarkan pada hadits tentang keutamaan pengampunan dosa bagi yang mendirikannya karena iman.Hadits utama riwayat Bukhari dan Muslim menyatakan:


مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau” (HR al-Bukhari, Muslim, dan lainnya).

 

Hukum Solat Tarawih di Rumah:

Hukum asal Shalat Tarawih adalah Sunnah Muakkadah (Sunnah yang sangat ditekankan), baik bagi laki-laki maupun perempuan. Melaksanakannya secara berjamaah di masjid adalah Afdhal (lebih utama) untuk syiar Islam. Namun, melaksanakannya sendirian (Munfarid) di rumah hukumnya adalah BOLEH dan sendirian.

 

Bacaan Niat Shalat Tarawih:

1. Niat Sholat Tarawih Berjamaah (Imam)

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

“Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an imaman lilahi ta’alaa”

Artinya: “Saya niat shalat sunnah tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala”

 

2. Niat Sholat Tarawih Berjamaah (Makmum)

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

“Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an ma’muman lilahi ta’alaa”

Artinya: “Saya niat shalat sunnah tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala”

 

3. Niat Sholat Tarawih Sendiri

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى

“Ushalli sunnatat tarāwīhi rak’atayni mustaqbilal qiblati lillāhi ta’ala.”

Artinya: “Saya niat sholat sunah tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Tata Cara Shalat Tarawih

  1. Membaca niat shalat tarawih ketika takbiratul ihram.
  2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram.
  3. Membaca Surat Al-Fatihah. 
  4. Membaca salah satu surat pendek Al-Quran.
  5.  
  6.  
  7. Sujud pertama.
  8. Duduk di antara dua sujud.
  9. Sujud kedua.
  10. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
  11. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama.
  12. Salam pada rakaat kedua.
  13. Istighfar dan dianjurkan membaca doa kamilin setelah selesai sholat tarawih.
  14. Ulangi langkah-langkah diatas hingga 8 rakaat dengan 4 salam, kemudian dilanjutkan shalat witir 3 rakaat. Dan jika 23 rakaat maka 20 rakaat 10 salam, kemudian witir 3 rakaat.

 

Niat Shalat Witir 3 Rakaat:

1. Niat Shalat Witir Berjamaah

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

“Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaan ma’muuman lillahi ta’aala.”

Artinya: “Saya niat sholat sunnah witir tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

 

2. Niat Sholat Witir Sendiri

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى

“Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka’aatain (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta’alaa.”

Artinya: “Saya niat shalat witir tiga rakaat (menghadap kiblat) karena Allah Ta’alaa”

 

Doa Setelah Shalat Witir

أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

“Allaahumma innaa nas-aluka iimaanan daa-iman. Wanas- aluka qalban khaasyi’an. Wanas-aluka ‘ilman naafi’an. Wanas-aluka yaqiinan shaadiqan. Wanas-aluka ‘amalan shaalihan. Wanas-aluka diinan qayyiman. Wanas-aluka khairan katsiiran. Wanas-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah. Wanas-aluka tamaamal ‘aafiyah. Wanas-alukasy syukra ‘alal ‘aafiyati, wanas-alukal ghinaa-a ‘anin naas.

Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhassyu’anaa watadharru’anaa wata’abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaah yaa allaah yaa allaah yaa arhamar raahimiin. Wasallallaahu ‘alaa khairi khalqihii muhammadin wa ‘alaa aalihii wasahbihii ajma’iina walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiina.”

 

Artinya: “Ya Allah, kami mohon kepada-Mu, iman yang langgeng, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar, amal yang saleh, agama yang lurus, kebaikan yang banyak. Kami mohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, kami mohon kepada-Mu bersyukur atas karunia kesehatan, kami mohon kepada-Mu kecukupan terhadap sesama manusia.

Ya Allah, Tuhan kami terimalah dari kami: shalat, puasa, ibadah, kekhusyu’an, rendah diri dan ibadah kami, dan sempurnakanlah segala kekurangan kami. Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada makhluk-Nya yang terbaik, Nabi Muhammad SAW, demikian pula keluarga dan para sahabatnya secara keseluruhan. Serta segala puji milik Allah Tuhan semesta alam.”

 

Hikmah dari Fadilah Ini:

Menjalankan tarawih setiap malam Ramadan dapat menumbuhkan kesabaran, ketakwaan, dan rasa syukur. Sholat tarawih memberi kesempatan untuk lebih banyak berdoa, berdzikir, dan membaca Al‑Qur’an. Malam‑malam terakhir di Ramadan adalah momen istimewa untuk memperbanyak ibadah karena pahalanya diyakini besar.

 

Pada akhirnya, Tarawih bukan tentang seberapa cepat kita menyelesaikannya atau seberapa banyak rakaat yang kita ambil. Ini adalah tentang durasi kita bersimpuh di hadapan-Nya, mengistirahatkan jiwa dari hiruk-pikuk dunia. Semoga setiap dahi yang menyentuh sajadah malam ini, membawa kita selangkah lebih dekat menuju ampunan-Nya.

 

Sumber:

Pengertian:https://www.baznasjabar.org/news/dalil_dan_keutamaan_sholat_tarawih_di_bulan_suci_ramadhan

Hadist: https://nu.or.id/ramadhan/dalil-dan-keutamaan-shalat-tarawih-wp8HS

Niat dan Tata Cara Solat Terawih: Zalora https://share.google/qhDHUidZ62ISHLz7V
Hikmah: STID Al-Biruni https://share.google/ljaj6KWCK90g9GELq


Warning: Terjadi galat tak terduga. Mungkin ada yang salah dengan WordPress.org atau konfigurasi server ini. Jika masalah berlanjut, silakan coba forum dukungan. (WordPress tidak bisa membuat sambungan aman ke WordPress.org. Silakan hubungi administrator server Anda.) in /opt/lampp/htdocs/AJSB/wp-admin/includes/translation-install.php on line 65