Bagi banyak orang, asuransi sering dianggap sebagai pengeluaran tambahan yang kurang penting. Padahal, di balik premi yang dibayarkan secara rutin, asuransi menyimpan fungsi besar sebagai alat perlindungan finansial ketika risiko tak terduga datang menghampiri. Mulai dari sakit, kecelakaan, hingga risiko kehilangan penghasilan, semuanya dapat berdampak serius pada kondisi keuangan jika tidak dipersiapkan dengan baik.
Lalu, bagaimana cara memilih asuransi yang benar-benar baik dan sesuai kebutuhan?
1. Pahami Kebutuhan, Bukan Ikut Tren
Langkah pertama sebelum membeli asuransi adalah memahami kebutuhan pribadi atau keluarga. Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda—usia, status pernikahan, jumlah tanggungan, hingga kondisi kesehatan.
Misalnya:
- Jika memiliki tanggungan keluarga, asuransi jiwa menjadi penting.
- Jika sering beraktivitas dengan risiko tinggi, asuransi kecelakaan patut dipertimbangkan.
- Jika biaya kesehatan menjadi kekhawatiran utama, asuransi kesehatan adalah prioritas.
Memilih asuransi bukan soal ikut-ikutan, melainkan soal perlindungan yang relevan.
2. Kenali Jenis Asuransi dan Manfaatnya
Asuransi hadir dalam berbagai jenis, seperti asuransi jiwa, kesehatan, kendaraan, pendidikan, hingga asuransi unit link. Penting untuk memahami manfaat utama dan risiko dari masing-masing produk.
Sebagai contoh, asuransi murni biasanya fokus pada proteksi, sedangkan unit link menggabungkan proteksi dengan investasi. Tanpa pemahaman yang baik, seseorang bisa kecewa karena manfaat yang diterima tidak sesuai ekspektasi.
3. Cermati Premi dan Kemampuan Keuangan
Asuransi yang baik adalah asuransi yang preminya mampu dibayar secara konsisten. Jangan sampai premi menjadi beban yang mengganggu keuangan bulanan.
Idealnya, alokasi premi asuransi berkisar antara 5–10% dari penghasilan bulanan. Pastikan juga memahami apakah premi bersifat tetap atau dapat meningkat di masa depan.
4. Pelajari Syarat, Ketentuan, dan Pengecualian
Banyak kesalahpahaman terhadap asuransi terjadi karena kurangnya perhatian pada polis. Padahal, polis adalah kontrak hukum antara nasabah dan perusahaan asuransi.
Luangkan waktu untuk membaca:
- Risiko yang dijamin
- Risiko yang tidak ditanggung (pengecualian)
- Masa tunggu (waiting period)
- Prosedur klaim
Asuransi yang baik bukan hanya yang manfaatnya besar, tetapi juga transparan dan jelas aturannya.
5. Pilih Perusahaan Asuransi yang Kredibel
Kepercayaan adalah kunci dalam dunia asuransi. Pastikan perusahaan asuransi:
- Terdaftar dan diawasi oleh OJK
- Memiliki reputasi baik dan laporan keuangan sehat
- Mudah dihubungi dan responsif dalam pelayanan
Asuransi yang baik tidak hanya menjual produk, tetapi juga memberikan layanan saat dibutuhkan.
6. Jangan Ragu Bertanya
Sebelum memutuskan. Ajukan pertanyaan kepada agen atau penyedia asuransi secara kritis dan terbuka.
Agen asuransi yang profesional akan membantu menjelaskan dengan jujur, bukan sekadar mengejar penjualan.
Memilih asuransi yang baik adalah bagian dari perencanaan keuangan yang bijak. Asuransi bukan untuk mencari keuntungan, melainkan untuk memberikan rasa aman ketika risiko datang tanpa undangan.
Dengan memahami kebutuhan, mengenali produk, dan memilih perusahaan yang tepat, asuransi dapat menjadi mitra perlindungan finansial jangka panjang bagi diri sendiri dan keluarga.